Synchronisez vos documents avec Dropbox
Piramida Maslow menawarkan cara terstruktur untuk memahami motivasi manusia melalui lima tingkat kebutuhan. Menurut Abraham Maslow, kebutuhan kita berkembang dari yang paling mendasar hingga yang lebih tinggi, dan setiap tingkat harus cukup terpenuhi sebelum beralih ke tingkat berikutnya.
Menurut Abraham Maslow, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi baru benar-benar muncul ketika kebutuhan pada tingkat sebelumnya sudah cukup terpenuhi.
Melalui representasi berbentuk piramida ini, Maslow membedakan lima kategori besar kebutuhan manusia.
Di dasar terdapat kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, atau tidur.
Setelah itu muncul kebutuhan akan rasa aman, rasa memiliki, penghargaan, dan akhirnya aktualisasi diri.
Piramida ini tidak terbatas pada teori psikologi semata. Ini juga mengingatkan kita bahwa kebutuhan manusia tidak bisa direduksi hanya pada aspek material. Uang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi sering kali tidak cukup untuk memenuhi aspirasi yang lebih dalam seperti rasa memiliki, pengakuan, atau perkembangan diri.
Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika (1908-1970), adalah tokoh penting dalam psikologi humanistik. Ia sering dianggap sebagai salah satu pelopor pendekatan ini dan sangat memengaruhi pemikiran tentang kebutuhan, motivasi, dan pengembangan diri. Piramidanya hingga kini tetap menjadi rujukan penting untuk memahami apa yang mendorong kita bertindak.